free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Bahaya Sebungkus Keripik Setiap Hari

Anda pasti suka ngemil keripik saat menoton tv atau hanya sekedar ngobrol santai dengan teman-teman, tanpa disadari mungkin setiap hari Anda telah mengkonsumsi sebungkus atau lebih cemilan keripik ini. Dan hanya dengan sebungkus keripik setiap hari tanpa disadari Anda telah mengkonsumsi hampir lima liter minyak goreng setahun, bagaimana kalau bertahun-tahun? Bisa Anda bayangkan bahayanya? Ya, jangan anggap remeh sebungkus keripik karena jika setiap hari mengkonsumsinya maka akan mengakibatkan gangguan pada bayi yang dalam kandungan dan menyebabkan kanker pada orang dewasa.

Sementara itu, kebiasaan mengemil makanan renyah ini tengah sangat populer di negara Inggris. Seperti yang dilaporkan Daily Mail bahwa jajak pendapat yang digelar YouGov baru-baru ini telah menemukan bahwa sepertiga anak-anak Inggris makan keripik setiap hari, selain itu duapertiga anak Inggris lainnya menikmati keripik renyah ini beberapa kali dalam seminggu. Bahkan orang Inggris sendiri menghabiskan enam miliar kantong keripik per tahun dimana setara dengan satu ton keripik setiap tiga menit atau hampir 100 kantong keripik per orang. Wah sangat mengejutkan, dan begitu juga dengan Indonesia yang semakin meningkat akan konsumsi keripik ini.

Sajian renyah keripik dapat di jumpai dengan mudah baikdi rak-rak toko, supermarket, bioskop, hingga pom bensin di pinggir jalan. Dengan kemasannya yang menarik dan menggoda selera tentu akan membuat setiap orang tergoda untuk selalu membelinya. Ternyata keripik modern saat ini banyak mengandung lemak dimana memberikan sesuatu yang disebut “mouthfeel”. Mouthfeel adalah sensasi rasa dan aroma yang sangat terasa enak rasanya. Lemak tersebut akan terasa melalui saraf yang disebut trigeminal dimana berada di atas dan di belakang mulut. Saraf ini kemudian mengirimkan informasi yang menyentuh ke otak. Apabila semakin enak dimulut, maka semakin ingin untuk mengunyahnya. Dan keripik modern pun telah di rancang untuk menciptakan ketagihan kepada penikmatnya.

Kandungan lemak, gula, dan garam yang terdapat dalam keripik tentu sangat berpotensi untuk meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, diabetes dan jantung koroner. Bahkan menurut studi yang dilakukan Dr Mozaffarian seorang asisten profesor kedokteran dan epidemiologi di Harvard Medical School menunjukkan bahwa kadar tinggi pati dan karbohidrat olahan dalam satu kantong keripik ukuran besar ternyata dapat lebih mengacaukan kadar glukosa dan insulin dalam darah. Dan dengan ketidakseimbangan ini maka akan menyebabkan perasaan kurang kenyang dan meningkatkan rasa lapar sehingga makan dalam jumlah yang lebih besar dan banyak sepanjang hari.

Berdasarkan penelitian di Inggris menunjukkan bahwa ibu hamil yang makan keripik dalam jumlah besar maka dapat membahayakan keselamatan bayi sebagaiman yang dilakukan ibu yang merokok selama hamil. Hal ini dikarenakan bahan kimia beracun yang disebut akrilamida. Akrilamida ditemukan dalam proses pengolahan keripik yang dimasak pada suhu tinggi. Dimana zat ini tidak berbau, terasa hambar dan tidak terlihat, tetapi sangat berbahaya karena dapat merusak DNA.

Mengkonsumsi keripik juga merupakan salah satu ancaman terburuk untuk gigi Anda, karena dapat menempel di permukaan gigi selama berjam-jam. Tentu akan sangat merugikan kesehatan apabila anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan banyak mengkonsumsi keripik ini.

Untuk menghindari konsumsi keripik yang berlebihan maka sebaiknya perbanyak konsumsi buah-buahan saat Anda menonton tv atau sedang bersantai. Selain akan terhindar dari penyakit, manfaat buah juga sangat baik untuk kesehatan. Jadi jaga tubuh Anda dan keluarga dari konsumsi keripik setiap hari ya ladies

Leave a Reply