free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Cara Ampuh Hentikan Kecanduan Kafein

Caffeine Addiction atau biasa yang disebut ketagihan, kecanduan, ketergantungan pada  kafein merupakan salah satu jenis ketergantungan yang bersifat sangat serius. Dan mungkin bagi sebagian orang yang tidak pernah atau sama sekali tidak menyukai kafein akan berpikir bahwa ketergantungan terhadap caffeine bukanlah merupakan suatu permasalah yang besar. Tetapi bagi orang-orang yang memiliki ketergantungan pada kafein yang biasanya terkandung dalam kopi dan soda, berusaha untuk menghindari dan mencoba berhenti mengkonsumsinya dapat menimbulkan gejala seperti sakit kepala migrain, mual, kurangnya konsentrasi dan tertekan karena kecanduan (cravings). Dan apabila tanda-tanda seperti ini sudah ada, maka segera atasi kecanduan cafein ini, ikuti langkah-langkah di bawah ini :

1.     Kenali Terlebih Dahulu Jenis Ketergantungan Anda
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mengenali terlebih dahulu jenis ketergantungan yang Anda alami. Apabila Anda merasa mulai mengandalkan kopi untuk sumber energi Anda, atau mungkin akan sulit berkonsentrasi jika tidak mengkonsumsinya, maka Anda sudah tergolong sebagai seseorang yang kecanduan kafein. Setidaknya hal ini bisa diukur dengan Anda mengkonsumsi lebih dari 100mg kafein per hari, berarti Anda masuk dalam kategori ini

2.    Cukup Tidur dan Tidur Teratur
Selalu usahakan untuk tidur yang cukup, sehingga Andapun tidak kelelahan. Karena sebagian orang menggunakan kopi untuk menggantikan tidurnya dan tentu ini bukan sesuatu kebiasaan yang baik, karena tubuh yang sudah letih dipaksa untuk terus begadang dengan menggunakan kafein sebagai pemacunya.

3.    Berhenti Minum Minuman Bersoda dan Kopi
Tahap selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah sebaiknya sesegera mungkin menghentikan minum soda atau yang memiliki kandungan soda di dalamnya. Mungkin hal ini akan terasa berat bagi Anda di awalnya, tetapi tetap harus Anda paksakan untuk kebaikan Anda sendiri. Nah sebagai penggantinya, Anda bisa mengonsumsi beberapa jenis minuman yang tidak ada kandungan kafeinnya seperti Schweppes, jus buah dan memperbanyak minum air putih.

4.     Terus Memotivasi Diri Untuk Terbebas
Selalu tanamkan pada diri Anda pada setiap waktu tentang mengapa Anda harus segera menghentikan mengkonsumsi kafein. Selalu ingat baik-baik dalam diri Anda sendiri bahwa kafein bisa menyebabkan tremors, adanya kerusakan syaraf motorik bahkan kerusakan pada janin untuk kaum perempuan.

5.    Tetap Bertahan di Masa Transisi.
Seseorang yang memang tengah kecanduan kafein, maka setelah mencoba menghentikan mengkonsumsi kafein selama 1 sampai 2 hari, maka biasanya akan timbul gejala-gejala ketergantungan seperti munculnya rasa kedinginan, susah untuk berkonsentrasi, mudah emosi dan sangat sensitif, kepala pusing/ pening  seperti  Anda sedang terserang flu. Dan apabila dirasa Anda kurang kuat menahan pusing tesebut, Anda bisa minum aspirin untuk mengurangi rasa sakitnya.

6.    Masa Penyembuhan.
Selanjutnya selalu berusaha untuk terus mengurangi konsumsi kafein secara bertahap dan pelan-pelan saja mungkin dalam kurun waktu 1 minggu. Apabila Anda tetap konsisten dengan metode ini maka gejala ketergantungan seperti di atas hanya akan terjadi dalam waktu 1 minggu, dan setelah itu Anda pun akan terbebas dari ketergantungan kafein.

7.    Dapatkan Dukungan dari Keluarga dan Teman.
Jangan lupa untuk memberi tahukan dan menerangkan kepada keluarga bahwa saat ini Anda sedang mengatasi ketergantungan pada kafein, dan mintalah pada mereka untuk selalu mengingatkan untuk tidak menawari minuman-minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan soda.

8.     Toleransi.
Walaupun Anda sedang berusaha berhenti dari kecanduan kafein tetapi sebaiknya tetap hormati kebebasan teman atau orang lain yang masih mengkonsumsi kafein, sebaiknya jangan kritik mereka yang masih memilih untuk tidak hidup dengan sehat.

Nah. Demikian beberapa langkah untuk berhenti dari kecanduan kafein. Semoga Anda dapat hidup lebih baik dan juga sehat.

Leave a Reply