free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Cara Salah Ketika Menyapih Bayi

Menyapih bayi sendiri merupakan suatu proses berhentinya masa menyusui secara berangsur-angsur atau bahkan sekaligus. Menyapih bayi yang dilakukan dengan cara yang benar, maka akan membuat ikatan Anda dengan si kecil tetap terjaga. Si kecil atau buah hati Anda akan dapat belajar bahwa ibunya tetap mencintainya walaupun ia tidak mendapatkan ASI lagi. Tanamkan juga pemahaman pada si kecil bahwa dengan disapih bukanlah suatu hal atau proses yang menyakitkan akan tetapi mendidik mereka untuk belajar mandiri.

Seorang ibu yang kurang faham tentang cara menyapih bayi yang benar, seringkali melakukan proses penyapihan ini dilakukan dalam keadaan terpaksa, seperti misalnya karena ibu mendadak jatuh sakit atau harus pergi jauh sehingga tidak memungkinkan untuk menyusui bayi. Dengan ketidaksiapan penyapihan inilah juga yang menyebabkan penyapihan tidak berlangsung dengan lancar.

Ketidaktahuan si ibu akan penyapihan yang benar tentu akan membuat bayi tertekan. Seringkali si ibu memilih jalan pintas agar bayi berhenti menyusui dengan tenggang waktu yang singkat tanpa memikirkan dan mengetahui efek samping yang mungkin akan ditimbulkan. Bunda, sebelum Anda menyapih si kecil, ada baiknya Anda mengetahui cara menyapih yang salah seperti di bawah ini, sehingga tidak melakukan keslahan yang sama dan hanya akan membuat bayi Anda tertekan. Berikut cara salah dalam menyapih bayi selengkapnya :

1.    Mengoleskan Lipstik atau Obat Merah pada Puting
Bisanya ibu akan mengambil jalan pintas satu ini yakni dengan mengoleskan lipstik berwarna merah atau obat merah pada puting. Sehingga diharapkan si kecil merasa takut dan tidak ingin menyusu lagi. Perlu di perhatikan bunda bahwa dengan cara ini dikhawatirkan bahan merah tersebut akan  menyebabkan bayi mengalami keracunan bahkan bisa membuatnya sakit. Dengan cara penyapihan secara tiba-tiba seperti ini, si kecil juga akan merasa ditolak dan merasa ibunya tidak mencintainya lagi. Dengan cara ini dapat juga mempengaruhi perkembangan kepribadian anak di masa depan. Yakni gaya kelekatan yang muncul seperti avoidance yang mana menghindar dalam suatu hubungan interpersonal. Selain itu si kecil juga akan mengalami kesulitan untuk menjalin suatu hubungan intensif dengan orang lain.

2.    Mengoleskan Brotowali, Jamu atau Bahan Pahit Lainnya
Dengan cara ini biasanya banyak digunakan para ibu untuk memulai penyapihan. Perlu bunda ketahui bahwa pada awalnya mungkin si bayi tidak akan menikmati rasa pahit tersebut dan menolak untuk menyusu, akan tetapi lama-kelamaan bayi bisa juga menikmatinya bahkan muncul ketergantungan. Dengan proses penyapihan ini bayi akan belajar, meskipun pahit tetapi masih tetap bercampur dengan puting ibunya. Maka efek yang ditimbulkan bisa mengembangkan suatu kepribadian yang ambivalen. Yakni si kecil akan mengembangkan kecemasan dalam hubungan interpersonal. Selain itu si bayi juga akan merasa bingung apakah ibunya mencintainya atau tidak.

3.    Menitipkan Si Kecil Ke Rumah Kakek Neneknya
Cara ini juga merupakan salah satu cara yang cukup banyak dilakukan para orangtua untuk menyapih bayinya. Perlu di ingat bunda, bahwa dengan kehilangan ASInya saja sudah terasa cukup menyakitkan, ditambah lagi dengan kehilangan figur ibu. Dengan kondisi seperti ini bisa saja mengguncang jiwanya dan merasa stress. Jadi apabila setelah ditinggalkan akan harus beradaptasi lagi. Jadi Anda jangan kaget apabila si kecil butuh penyesuaian kembali terhadap Anda karena telah kehilangan kepercayaan.

4.    Selalu Mengalihkan Perhatian dan Bersikap Cuek Setiap Bayi Menginginkan ASI
Apabila cara menyapih Anda dengan cara ini maka si kecil akan merasa tidak disayang dan kehadirannya ditolak sehingga di masa yang akan datang dikhawatirkan akan tumbuh rasa rendah diri dalam dirinya.

Bunda, menyapih merupakan suatu proses yang memerlukan kesabaran dan penanganan yang tepat. Untuk itu sebaiknya belajarlah cara menyapih yang benar dan penuh dengan kasih sayang serta cinta agar bayi tidak merasa depresi dan tertekan saat ia harus berhenti menyusu. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda

Leave a Reply