free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Hal Inilah Yang Biasanya Jadi Alasan Perceraian

Terjadinya perceraian memang bukan hal aneh lagi bagi pasangan yang menikah, bahkan mereka yang sudah menikah berpuluh-puluh tahun lamanya tidak sedikit yang memutuskan untuk menikah. Alasan perceraian rumah tangga memang begitu beragam. Mulai dari sudah tidak adanya kecocokan, munculnya rasa  jenuh sampai hadirnya orang ketiga. Tidak sedikit pihak yang tersakiti akibat terjadinya perceraian ini, terutama anak yang selalu jadi korban paling utama,  namun bagi sebagian pasangan langkah ini merupakan jalan terbaik bagi mereka dan anak-anaknya.

Kata perceraian mungkin tidak ingin dialami oleh siapapun, tetapi dalam kehidupan rumahtangga pastiah banyak badai goncangan yang harus dilalui, setiap pasangan pasti akan mengalami ujian mulai dari yang kecil sampai masalah yang dirasa paling besar dan berat. Di momen atau masa seperti inilah sebenarnya setiap pasangan akan di lihat apakah mampu mengatasi masalahnya atau menyerah sampai akhirnya muncul kata “cerai” tersebut.

Dibawah ini adalah beberapa alasan yang biasanya selalu ada saat terjadi perceraian rumahtangga. Dan tentunya Anda pun harus bijak menyikapinya :

1.    Munculnya Perbedaan Prinsip dan Ketidakcocokan.
Alasan inilah yang biasanya paling sering diungkapkan para pasangan suami istri yang bercerai. Dan pasti akan menjadi kerugian bagi kedua belah pihak apabila kedua pasangan suami istri tersebut membesar-besarkan masalah yang sebenarnya kecil yang sedang terjadi dalam rumah tangganya.

2.    Jenuh dan Bosan
Kadang alasan merasa jenuh terhadap pasangan atau terhadap kehidupan rumah tangga yang begitu-begitu saja tanpa perubahan yang menjadi alasan perceraian. Hal ini biasanya akan terjadi karena setiap pasangan tidak memiliki komitmen sejak awal menikah. Dengan berjalannya waktu pasangan tersebut merasa tidak kuat untuk menjalankan kehidupan rumah tangga.

3.    KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)
Alasan adanya KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga kerap terjadi dan menjadi alasan paling utama pasangan untuk secepat mungkin memilih jalan perceraian. Alasan perceraian karena KDRT ini sering terjadi di Indonesia, kekerasan yang terjadi bisa berupa fisik ataupun mental yang dialami pihak suami ataupun pihak istri.

4.    Perselingkuhan atau Orang Ketiga
Adanya perselingkuhan dikarenakan adanya orang ketiga akan menjadi pemicu utama perceraian. Biasanya hal ini terjadi karena salah satu pihak merasa jenuh atau pasangan kurang diperhatikan pasangannya, sehingga mencari sosok pasangan yang bisa membuatnya nyaman dan mendapatkan apa yang tidak di dapat dari pasangannya.

5.    Komunikasi tidak lancar.
Faktor komunikasi memang masalah yang sebenarnya bisa di atasi, tetapi karena kurangnya pengertian dan kesibukan yang terjadi diantara kedua belah pihak menjadikan masalah komunikasi ini menjadi penyebab perceraian. Misalnya saja kurang terjalin hubungan harmonis antar suami dan istri sehingga mengakibatkan pasangan enggan untuk terbuka dan berbagi lagi, saat ada masalah yang seharusnya dibicarakan bersama  maka masalah tersebut hanya dipendam sendiri saja

6.    Masalah Ekonomi
Alasan perekonomian keluarga yang tidak mencukupi kadang menjadi penyebab yang sering timbul dalam rumah tangga. Hal ini terjadi karena suami tidak mampu menafkahi istri dan keluarganya, selain itu penghasilan istri yang besar sehingga tidak menghargai penghasilan suami kadang menjadi pemicu terjadinya perceraian. Banyak masalah ekonomi yang terjadi dalam rumah tangga yang seharusnya dapat disikapi dengan baik oleh kedua belah pihak.

7.    Perbedaan Pola Asuh Anak
Pola asuh anak yang sering kali berbeda, tidak jarang yang menimbulkan pertengkaran, karena seringnya terjadi perbedaan maka sering pula terjadi pertengkaran, dikarenakan masalah inilah biasanya pasangan merasa tidak cocok dan memutuskan untuk mengakhiri rumah tangga mereka.

Iulah beberapa alasan perceraian rumah tangga yang sewaktu-waktu bisa mengancam kehidupan Anda dan pasangan. Ada baiknya apabila Anda dan pasangan selalu menjaga keharmonisan dan tetap menjalin komunikasi supaya keutuhan keluarga tetap terjaga. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa pernikahan harmonis membutuhkan kerja sama yang baik, bukan hanya satu pihak, tetapi dari Anda juga pasangan Anda.

Leave a Reply