free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Identifikasi Jenis Fobia Anda

Anda suka merasakan rasa takut akan sesuatu yang sebenarnya tidak masuk akal? Dan ketakutan itu dirasa sangat tidak rasional? Seperti takut yang berlebihan pada kecoa, burung, ular, petir atau lain sebagainya. Ternyata Jenis fobia bukan hanya takut akan benda-benda atau hewan hewan di sekitar. Ada juga fobia yang takut akan seuatu keadaan tertentu. Jadi sebenarnya arti fobia sendiri yakni ketakutan berlebihan yang tidak masuk akal dan bersifat intens. Fobia akan menyerang ketika penderitanya menghadapi situasi, aktivitas, dan obyek tertentu. Selain itu orang yang orang yang fobia terhadap sesuatau akan membuat heboh orang disekitarnya.

Apakah Anda ingin tahu fobia jenis apa yang Anda alami atau rasakan. Yuk simak selengkapnya berikut ini.
Sebenarnya ratusan fobia berhasil diidentifikasi oleh para ahli. Dan kemudian para ahli mengidentifikasi kembali secara garis besar fobia dan dibagi lagi menjadi 3 bagian besar yakni agoraphobia, social phobia, dan specific phobia.Dibawah ini penjelasan lengkapnya

1.    Agoraphobia
Kata Agora sendiri merupakan  nama pasar dan tempat pertemuan pada zaman Yunani kuno dahulu. Seseorang yang mengalami agoraphobia yakni perasaan  takut terperangkap dalam tempat umum atau lokasi seperti jembatan dan juga antrean bank. Ketakutan akan semakin nyata apabila penderita tidak bisa keluar, sehingga akan mengakibatkan kegelisahan yang amat sangat tinggi. Penderita Agarophobia sebenarnya memengaruhi wanita dua kali lebih banyak dibanding dengan pria. Apabila tidak ditangani dengan tepat maka seorang penderita agoraphobia akan sangat takut meninggalkan rumah. Apabila di tangani dan menjalani perawatan yang tepat, berdasarkan survei  9 dari 10 penderita dapat mengatasi ketakutannya.

2.    Social Phobia
Social phobia yakni ketakutan berada di lingkungan sosial. Seseorang yang mengalami social phobia tidak sekadar pemalu akan tetapi si penderita juga akan merasa sangat gelisah, takut, dan khawatir tentang bagaimana penampilannya di lingkungan sosial. Apabila tidak ditangani dengan tepat dan benar penderita social phobia akan menghindari kontak sosial. Sebagai akibatnya penderita tidak memiliki hubungan yang baik dan profesional dengan lingkungannya.

3.    Specific Phobia
Specific phobia yakni ketakutan yang amat sangat ketika menghadapi situasi dan obyek khusus. Di bawah ini adalah berbagai bentuk specific phobia:

   a.    Claustrophobia

Claustrophobia sendiri yakni ketakutan berada di tempat tertutup. Penderita claustrophobia biasanya ketakutan untuk menaiki lift atau melewati terowongan akan tetapi tanpa kegelisahan yang ekstrem. Dengan ketakutannya ini akan mendorong penderita untuk mencari tindak penyelamatan, contohnya dengan duduk di dekat pintu keluar atau membuka jendela.  Dengan tindakan ini akan membuat situasi lebih mudah ditoleransi bagi penderita, meskipun tidak menghilangkan rasa takut tersebut.

    b.    Zoophobia
Zoophobia yakni ketakutan terhadap hewan, termasuk juga di dalamnya ketakutan pada bangsa laba-laba (arachnophobia), ular (ophidiophobia), burung (ornithophobia), dan lebah (apiphobia). Ketakutan akan hewan seperti ini biasanya akan hilang seiring dengan bertambahnya usia, akan tetapi ada juga sebagian yang menetap.

    c.    Brontophobia
Brontophobia sendiri berasal dari bahasa Yunani bronte yang berarti petir. Seperti kita tahu bahwa petir sebenarnya tidak menyakiti, tetapi para penderita brontophobia memilih menunggu petir menghilang. Biasanya penderita Brontophobia akan berjongkok di samping tempat tidur, kloset atau benda apa saja yang dapat memberinya perlindungan. Sebenarnya ketakutan ini mirip dengan astraphobia, yakni ketakutan baik pada petir maupun kilat. Dan jenis fobia ini juga dapat dialami oleh manusia dan hewan.

d.    Acrophobia
Acrophobia adalah ketakutan pada ketinggian dan termanifestasi dalam beberapa hal. Acrophobia sendiri sangat membahayakan apabila si penderita takut turun setelah mengetahui dirinya berada di ketinggian. Sampai-sampai saking ketakutannya, kadang penderita tidak bisa bergerak sedikit pun.

    e.    Aerophobia
Aerophobia yaitu ketakutan terbang. Biasanya ketakutan ini akan timbul setelah penderita melihat atau terlibat dalam kejadian yang tidak menyenangkan dalam pesawat. Seperti halnya tontonan televisi bisa saja menjadi stimulan aerophobia. Dan bagi penderita Aerophobia harus menjalani hipnoterapi untuk mengatasi ketakutan ini.

    f.    Fobia akan Darah, suntik, dan luka
Ketakutan pada darah sendiri disebut hemophobia, sedangkan pada suntikan disebut trypanophobia. Dengan ketakutannya  ini biasanya penderita akan pingsan bila menghadapi darah, suntik, atau luka berat.

   g.    Takut Akan Hal Berbau Mistik
Ada beberapa kondisi yang masuk dalam kondisi ini, seperti contohnya ketakutan pada angka 13 (triskaidekaphobia), hantu (phasmophobia), dan kelelawar (chiroptophobia).

h. Emetophobia
Emetophobia adalah ketakutan pada muntah. Ketakutan ini akan terjadi ketika penderita melihat temannya muntah. Kemudian penderita akan merasakan kegelisahannya bertambah ketika penderita memikirkan tempat seperti rumah sakit, di mana muntah sangat umum. Untuk itu penderita harus menjalani hipnoterapi untuk kesembuhannya.

    i.    Carcinophobia atau Cancerophobia
Jenis fobia ini adalah ketakutan akan tumbuhnya kanker. Sehingga penderita cenderung berlebihan menanggapi ketidaknyamanan dalam tubuhnya. Seperti misalnya merasakan kepala pusing maka diindikasikan sebagai  tumbuhnya tumor dalam otak. Terapi kognitif diperlukan untuk membantu penderita mengembalikan kendali atas hidupnya.

j.    Takut Akan Sesuatu yang Baru
Seseorang yang takut pada sesuatu yang baru disebut neophobia. Sedangkan ketakutan menjadi tua dan pada orang tua disebut geronthophobia. Selain itu ada juga ketakutan bila buang angin di area publik yang disebut phartophobia. Sedangkan orang yang takut ke dokter gigi disebut odontiatophobia.

    k.    Ketakutan Pada Alkohol
Takut akan alkohol tidak ada sebutan yang spesifik. Akan tetapi  pecandu alkohol 10 kali lebih mungkin menderita ketakutan ini. Para penderita ketakutan pada alkohol, dua kali lebih mungkin menderita kecanduan.

Itulah jenis fobia yang bisa kita identifikasi. Apkah Anda juga menderita fobia seperti di atas? Apabila Anda mengalami salah satunya. Cobalah untuk segera menghubungi dokter

Leave a Reply