free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Info 60.000 Lowongan CPNS Agustus 2013

Pada tahun ini pemerintah kembali akan mulai menjaring para calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru sebanyak 60.000 orang, dengan jumlah tersebut sudah termasuk program pengangkatan pegawai honorer yang masih tersisa.

“Untuk penerimaan dari kategori umum 60.000-an,” kata Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (WamenPAN) Eko Prasojo seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Jumat (10/5/2013).

Direncanakan formasi 60.000 orang tersebut 40.000 di formulasikan untuk CPNS daerah dan sisanya sebanyak 20.000 untuk pemerintah pusat seperti kementrian, badan atau lembaga. Dan dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2013.

Selain itu Eko memperkirakan perekrutan pegawai tahun 2014 kurang lebih sama dengan penerimaan tahun ini.
“Kalau nggak ada yang macam-macam, Insya Allah 2014 masalah pegawai honorer rampung,” kata Eko menambahkan. Untuk pegawai honor yang masih tersisa maka membuat penerimaan pegawai masih harus memprioritaskannya. Setidaknya, penerimaan CPNS yang leluasa baru bisa dilaksanakan pada 2015 mendatang.

Sementara itu jumlah PNS yang memasuki masa pensiun tahun ini mencapai sekitar 110 ribu dan yang akan diterima sekitar 60 ribu CPNS saja. Dari jumlah tersebut jurusan dan bidang yang akan menjadi prioritas pemerintah adalah tenaga kesehatan dan penyuluh serta formasi guru. Sedangkan untuk tenaga administrasi akan dikurangi karena ada kebijakan zero growth. Seperti yang dijelaskan secara terpisah oleh Plt. Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Tasdik Kinanto.

“Walaupun secara nasional  kebijakannya zero growth, namun secara instansional akan ditempuih dengan tiga pola, yakni minus growth, zero growth, dan growth”. Ungkapnya

Minus growth ini diterapkan bagi instansi yang berdasarkan hasil analisa beban kerja (ABK) jumlah pegawainya sudah kelebihan, dimana anggaran belanja pegawai lebih dari 50 persen APBD untuk kabupaten/kota, dan juga untuk provinsi yang rasio belanja pegawainya lebih dari 30 persen APBD. Nah, untuk zero growth, diterapkan untuk instansi yang jumlah pegawainya cukup, rasio anggaran belanja pegawai antara 40 – 50 persen dari APBD kabupaten/kota, dan 25 – 30 persen untuk provinsi.

Untuk alokasi formasinya lebih besar dari jumlah PNS yang pensiun, hanya diperbolehkan bagi instansi / pemda yang jumlah pegawainya sangat kurang, dimana rasio anggaran belanja pegawainya kurang dari 40 persen dari APBD Kabupaten / kota, dan untuk provinsi yang rasio anggaran belanja pegawainya kurang dari 40 persen.

Untuk instansi yang tidak memiliki tenaga honorer kategori 1 maupun kategori 2 maka akan menjadi pertimbangan. Selain itu, dipertimbangkan juga rasio jumlah pegawai dengan jumlah penduduk, luas wilayah, kekurangan pegawai serta prioritas jabatan.

Leave a Reply