free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Kehamilan Beresiko Tinggi

Apabila saat ini Anda sedang dalam masa kehamilan, maka Anda perlu menambah banyak pengetahuan seputar kehamilan. Mengapa demikian? Hal ini tentu saja untuk lebih tenang dalam menjalani masa kehamilan karena telah mengetahui apa saja yang harus dilakukan, nutrisi apa saja yang di butuhkan saat kehamilan dan lain sebagainya. Selain itu ibu hamil juga harus mengetahui tindakan apa saja yang harus dilakukan jika terjadi masalah selama kehamilan. Untuk itu ada baiknya ibu hamil mengetahui tentang kehamilan yang berisiko tinggi. Apa saja itu? Simak penjelasannya berikut ini

Kehamilan atau gestasi merupakan suatu kondisi seorang ibu yang mana terjadi perkembangan janin yang ada di dalam perutnya. Kehamilan sendiri merupakan suatu peristiwa yang membahagiakan. Karena akan lahirnya buah cinta kedua orangtuanya, akan tetapi ada beberapa komplikasi pengalaman yang mungkin terjadi pada perempuan selama ataupun sebelum kehamilan. Yang mana bisa mengancam kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayi. Maka dari itu perlu diketahui bahwa setiap kehamilan memiliki risiko, dengan ini maka menjelang kehamilan seorang calon ibu harus menyiapkan kondisinya secara istimewa.

Kehamilan seorang wanita yang beresiko tinggi merupakan suatu kehamilan yang sering menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi terhadap ibu maupun janin yang dikandungnya. Baik itu selama dalam proses kehamilan, persalinan, dan bahkan setelah melahirkan atau nifas. Lalu bagaimana seorang perempuan hamil dapat di katagorikan berisiko tinggi ? Seorang wanita yang mengalami kehamilian risiko tinggi yakni apabila suatu kehamilan yang memiliki riwayat persalinan yang buruk, bekas operasi caesar, pernah mengalami pre-eklampsia, hamil serotinus, pernah mengalami pendarahan, kelainan letak janin, kelainan medis, dan lain-lain.

Selain itu seorang wanita yang hamil dengan usia 19 sampai 35 tahun yang mana memiliki riwayat abortus pun bisa di kategorikan ke dalam kehamilan berisiko tinggi, seorang wanita yang pernah mengalami kematian janin pun bisa dikategorikan kepada kehamilan risiko tinggi. Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan timbulnya risiko tinggi pada kehamilan ibu, contohnya seperti faktor medis dan juga faktor nonmedis. Contoh faktor medis seperti contohnya yakni ada penyakit-penyakit ibu dan janin, adanya kelainan obstetri, adanya gangguan plasenta, adanya gangguan tali pusat, adanya komplikasi persalinan, dan terjadi kelainan genetik.

Untuk itu bagi perempuan hamil yang memiliki kehamilan dengan risiko tinggi, maka sebaiknya selalu menjaga dan memelihara kesehatan agar tidak jatuh sakit. Lakukan juga kontrol kehamilan secara teratur kepada bidan maupun kepada dokter kandungan. Pemeriksaan kehamilan ini sebaiknya dilakukan secara teratur setiap bulan, dengan antisipasi seperti ini tentu dapat mencegah hal-hal yang membahayakan bagi ibu dan bayi. Karena bidan atau dokter dapat mendeteksi dan memberikan perawatan sejak dini berbagai resiko yang mungkin terjadi.

Selain hal di atas, ibu hamil juga harus selalu menjaga asupan gizinya dengan makan makanan yang bergizi tinggi tentunya dengan diet seimbang. Hal ini bertujuan untuk menjaga berat badan ibu dan bayi sehingga terkontrol dan tidak hal yang tidak di inginkan contohnya seperti mengalami tekananan darah tinggi. Seorang perempuan hamil juga sebaiknya tetap menjaga kebugaran tubuh dengan rutin berolahraga seperti contohnya  berenang dan berjalan kaki.

Nah, dengan melakukan hal-hal tersebut makan resiko kehamilan yang tidak di inginkan pun dapat di atasi. Semoga ibu dan bayinya selalu dalam keadaan sehat.

Leave a Reply