free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum

Blighted ovum sendiri akan menyebabkan 1 dari 2 kasus keguguran pada trimester pertama kehamilan. Dan keguguran disini terjadi saat kehamilan berakhir dengan sendirinya yakni tidak lebih dari 20 minggu. Ketika seorang wanita hamil, maka sel telur yang dibuahi akan menempel pada dinding rahim. Dan sekitar usia kehamilan mencapai 5 s.d 6 minggu maka embrio seharusnya sudah tampak. Nah, pada masa inilah, kantung kehamilan yakni tempat berkembangnya janin, akan berukuran lebar 18 mm. Sedangkan pada kehamilan kosong atau blighted ovum walaupun kantung kehamilan sudah terbentuk dan berkembang, akan tetapi embrio tidak terbentuk. Dan inilah sebabnya blighted ovum disebut juga anembryonic pregnancy.

Lalu apa yang menyebabkab terjadinya blighted ovum? Dalam hal ini keguguran yang berasal dari blighted ovum kebanyakan berkaitan dengan masalah kromosom dan struktur yang membawa gen. Penyebab lain bisa juga dikarenakan kualitas sperma atau sel telur yang buruk, adanya pembelahan sel yang abnormal dan lain sebagainya, sehingga jika hal ini terjadi maka tubuh akan menghentikan kehamilan karena menyadari keabnormalan ini.

Apakah Anda sedikit bingung? Yang harus Anda ketahui adalah dimana Anda tidak melakukan apapun yang dapat menyebabkan keguguran dan hampir dipastikan Anda juga  tidak dapat mencegahnya. Karena pada umumnya kebanyakan wanita, mengalami blighted ovum hanya terjadi sekali seumur hidup.

Lalu apa saja tanda-tanda blighted ovum?
Anda pun akan mengalami tanda-tanda seperti orang hamil contohnya seperti tidak menstruasi dan juga mendapatkan tes kehamilan yang positif. Setelah itu akan muncul tanda-tanda keguguran seperti di bawah ini :

  1. Adanya Flek atau terjadi perdarahan vagina
  2. Kram pada perut
  3. Menstruasi yang lebih banyak dari biasanya

Perlu di ingat juga bahwa jikalau Anda mengalami tanda-tanda tersebut, maka Anda mungkin mengalami keguguran. Akan tetapi tidak semua perdarahan pada trimeseter pertama akan berakhir dengan keguguran. Untuk itu segera kunjungi dokter jika anda memang mengalami tanda-tanda tersebut.

Pada umumnya seorang wanita dengan blighted ovum maka berpikir memiliki kehamilan yang normal, hal ini dikarenakan terjadi peningkatan kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang sama seperti pada wanita hamil. Sebenarnya Placenta menghasilkan hormon ini setelah telur yang dibuahi tertanam dalam rahim. Akan tetapi seorang wanita dengan blighted ovum, hCG dapat terus meningkat karena plasenta mungkin berkembang dalam waktu singkat, sekalipun tidak ada embrio di dalamnya. Untuk memastikan hal ini sebaiknya dilakukan pemeriksaan USG. Karena untuk lebih memastikan mendiagnosis blighted ovum dan adanya kantung kehamilan kosong.

Nah, kemudian jika anda telah didiagnosis blighted ovum, maka segera diskusikan dengan dokter apa yang harus dilakukan. Karena dokter akan menyarankan untuk curretage (kuret). Dengan prosedur bedah seperti ini akan meliputi pelebaran leher rahim dan melepaskan kandungan dari rahim.

Selain itu dokter juga akan menyarankan penggunaan obat-obatan seperti misoprostol pada pasien yang memang kondisinya memungkinkan. Akan tetapi dibutuhkan waktu berhari-hari bagi tubuh untuk melepaskan semua jaringannya. Perlu diketahui juga jika Anda telah mengalami blighted ovum maka sebaiknya jika Anda ingin hamil kembali maka Anda sedikitnya Anda harus melewati 1 sampai dengan 3 siklus menstruasi.

Dengan penjelasan di atas semoga menambah pengetahuan Anda seputar kehamilan.

Leave a Reply