free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Kenali Ciri Keputihan Anda

Seorang wanita mengalami keputihan merupakan suatu hal yang normal dan wajar. Akan tetapi tidak sedikit keputihan yang di alami dapat juga menunjukan suatu bahaya atau penyakit yang sedang di derita wanita tersebut. Untuk itu maka sebagai wanita Anda harus dapat mengenali keputihan seperti apa yang Anda alami, apakah masih berada dalam batas normal atau berbahaya. Untuk itu simak selengkapnya berikut ini

Keputihan sendiri dalam bahasa kedokteran disebut leukore atau flour albus, dimana adanya cairan yang keluar dari vagina atau liang kemaluan wanita secara berlebihan. Dalam keadaan yang normal, cairan ini tidak akan sampai keluar, akan tetapi belum tentu cairan yang keluar tersebut merupakan pertanda suatu penyakit.

Keputihan yang masih termasuk kategori normal sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Karena bisa saja keputihan normal sendiri merupakan tanda awal akan mengalami menstruasi,  wanita sedang memasuki masa subur, sesudah selesai menstruasi, atau juga pada saat wanita mendapat rangsangan. Dan ciri-ciri keputihan yang masih normal yakni :

  1. Keputihan berupa cairan encer
  2. Warna cairan keputihan cenderung transparan atau bening
  3. Cairan keputihan tidak lengket dan tidak berbau
  4. Keputihan tersebut tidak menyebabkan gatal
  5. Jumlah cairan keputihan yang keluar sedikit

Nah, jika Anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri seperti di atas maka tidak perlu panik. Karena hal ini normal terjadi setiap bulan. Dan apabila Anda kurang nyaman dengan kondisi atau keadaan seperti ini maka bisa di bantu dengan membasuh organ intim dengan menggunakan air bersih, lalu keringkan dengan handuk bersih dan rajin mengganti pakaian dalam Anda.

Akan tetapi jika Anda menemui keputihan Anda seperti di bawah ini maka Anda perlu waspada :

1.    Cairan keputihan yang keluar berwarna coklat, encer seperti air, sangat banyak dan lembab.
Apbila Anda menemukan ciri seperti ini maka ada kemungkinan sedang menderita vaginitis, servisitis, adanya gangguan pembuluh darah pada serviks, endometriosis dan saat pengobatan kanker dengan radiasi. Keputihan dengan warna coklat sendiri timbul dikarenakan adanya perdarahan yang terjadi disebabkan adanya kelainan tersebut.

2.    Cairan keputihan berwarna abu abu dengan garis darah, encer seperti air, sangat banyak dan berbau busuk.
Apabila Anda mendapati keputihan seperti ini maka ada kemungkinan menderita ulkus vagina dan vaginitis. Selain itu kemungkinan lain yang sangat perlu diwaspadai yakni gejala kanker baik itu kanker ganas maupun jinak.

3.    Cairan keputihan yang keluar berwarna merah muda, cair, sangat banyak tetapi tidak berbau.
Jika Anda mendapati keputihan seperti ini maka kemungkinan telah terjadi infeksi bakteri non spesifik. Dimana gejala seperti ini timbul saat seorang wanita mengalami kelebihan hormon estrogen.

4.    Cairan keputihan yang keluar putih, encer berbintik bintik banyak, berbau apek disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di sekitar kemaluan
Jika ciri keputihan ini ada pada Anda maka kemungkinan menderita infeksi yang disebabkan oleh jamur. Dan jenis Candida albicans merupakan jamur yang paling sering hinggap di kemaluan seorang wanita.

5.    Cairan keputihan kuning kehijauan, berbusa, merah, sangat banyak, gatal, berbau busuk dan ditemukan nyeri  pada sekitar kemaluan serta kemerahan pada vagina
Jika ciri keputihan seperti ini maka kemungkinan telah terjadi infeksi yang disebabkan oleh kuman protozoa Trichomonas vaginalis.

6.    Cairan keputihan yang keluar berwarna kuning, kental, sangat banyak, terasa panas dan gatal pada kemaluan, nyeri tekan pada daerah sekitar kemaluan, nyeri saat buang air kecil
Jika cirinya seperti ini maka ada kemungkinan terjadi infeksi yang disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau lebih dikenal dengan istialah GO

Apabila Anda telah mengenali keputihan Anda seperti yang disebutkan di atas, maka sebaiknya apabila menemukan gejala keputihan yang tidak normal sebaiknya segera hubungi dokter dan konsultasikan untuk mencegah terjadinya komplikasi penyakit yang lebih parah.

Semoga informasi ini dapat menjadi hal yang bermanfaat untuk Anda

Leave a Reply