free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Mengatur Jarak Kehamilan

Memiliki buah hati merupakan suatu hal yang sangat menakjubkan dimana Anda bisa melihat cerminan diri Anda pada buah hati Anda. Dengan memiliki anak pertama, tidak jarang sebagian orang tua ingin menambah momongan kembali. Memang banyak hal yang menyebabkan hal ini. Mulai dari alasan banyak anak banyak rezeki, ingin mengasuh anak-anak yang masih kecil bersamaan, ingin memiliki anak dengan jenis kelamin yang berbeda dan masih banyak alasan lainnya. Sehingga dengan alasan-alasan tersebut tidak mempermasalahkan lagi jarak kehamilan. Lalu bagaiman jarak kehamilan yang baik?

Sebenarnya untuk seorang wanita yang melahirkan dengan normal, maka jarak kehamilan itu sendiri tergantung pada kesepakatan suami istri itu sendiri. Karena secara medis dengan proses kehamilan normal dapat kapan saja hamil kembali. Akan tetapi tetap disarankan, lebih baik kehamilan berikutnya diatur yakni pada saat si kecil sudah berusia 2 sampai dengan 5 tahun. Hal ini bertujuan agar kebutuhan psikologis anak sudah terpenuhi. Dan dengan demikian si kecil pun dapat menerima adiknya dengan lebih siap.

Nah, sedangkan untuk ibu yang bersalin melalui proses kelahiran operasi Caesar, maka jarak ideal untuk dapat hamil kembali yakni sekitar 18 bulan. Dimana dengan rentang waktu ini diperlukan untuk memberi kesempatan pada ibu tersebut agar dapat melahirkan normal. Dan jika syarat-syarat untuk melahirkan normal terpenuhi maka akan sangat baik untuk kehamilan ibu tersebut. Akan tetapi sebelumnya, ibu tersebut akan menjalani semacam skoring tes yakni kemampuan mengenai dapat tidaknya ibu melahirkan normal atu lebih dikenal dalam istilah medis dengan istilah vaginal birth after caesarean scores.

Mengapa jarak kehamilan yang berdekatan atau di bawah rentang waktu 18 bulan tidak disarankan? Dalam hal ini tentu saja akan berisiko tinggi, seperti contohnya adalah luka jahitan yang baru sembuh dapat teregang kembali akibat terjadinya kehamilan. Selain itu menggunakan teknik Caesar yakni dengan cara membuka lapisan bawah rahim maka membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih lama. Dan kemungkinan setelah operasi, lokasi dimana daerah tempat irisan operasi tersebut umumnya dapat menjadi lebih tipis dari sebelumnya yakni kurang dari 3 mm. Jadi apabila ibu dalam waktu dekat kembali melahirkan, dan apalagi jika kondisi bayinya besar, maka bekas jahitan yang tipis tersebut akan teregang dan berisiko sobek tanpa ketahuan atu biasa disebut silence rupture.

Ada juga kehamilan setelah melahirkan yang mungkin saja belum dikehendaki oleh orang tua itu sendiri. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi saat masa nifas ibu usai, maka ibu akan dapat langsung mengalami menstruasi kembali, walaupun ibu tersebut masih dalam periode pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Karena sebenarnya pada saat itu masa subur sudah berjalan normal kembali. Dan sejak waktu itulah hubungan intim dapat membuahkan kehamilan. Sebenarnya hal ini bisa dicegah dengan menggunakan KB alami. Yakni dengan cara ibu menyusui bayi secara terus-menerus atau biasa disebut dengan ASI ekslusif selama 6 bulan pascabersalin. Dengan proses laktasi ini maka akan menekan hormon estrogen sehingga indung telur tidak terpicu untuk mematangkan sel-sel telur dan memulai siklus menstruasi yang baru. Sehingga akan mencegah terjadinya kehamilan.

Leave a Reply