free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Orang Tua Perokok Kurang Peduli Terhadap Anaknya

Apakah Anda termasuk kedalam salah satu orang tua yang merokok? Sebenarnya seorang anak yang memiliki orang tua perokok, maka baik keduanya atau salah satu dari orang tanya tersebut memiliki tingkat kesehatan yang lebih buruk dibandingkan anak yang orang tuanya tidak merokok. Tentu saja fakta ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. Dengan orang tua yang perokok bukan saja tidak baik untuk kesehatan, tetapi jug didapati bahwa  orang tua perokok ternyata kurang peduli terhadap anak-anak mereka. Dan itulah yang dinyatakan dalam sebuah penelitian terbaru.

Sebenarnya orang tua yang perokok, baik itu ayah, ibu atau keduanya maka memiliki perilaku yang kurang baik untuk anak-anaknya, bahkan tanpa disadari mereka selaku orang tua telah mengorbankan masa depan anak mereka. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang merokok maka cenderung akan membelikan pakaian murah bahkan memberi makanan seadanya. Dan hal itu dilakukan dengan tujuan agar orangtuanya tetap bisa membeli rokok dalam kondisi keuangan yang pas-pasan, hal ini seperti yang dilansir dari situs Dailymail.co.uk.
Selain dalam penelitian dalm survei yang telah dilakukan pada keluarga dengan orang tua perokok pun ternyata memberikan hasil yang mengejutkan. Dimana ada beberapa perilaku orang tua yang mana kurang pantas dan menunjukkan bahwa mereka cenderung tidak peduli dengan anak-anak mereka. Dan di bawah inilah fakta tentang ketidakpedulian orang tua tersebut :

  1. Di dalam survey menunjukkan bahwa para orang tua yang perokok akan bersedia mengurangi atau mengorbankan kualitas hidup anak-anak mereka supaya tetap bisa menikmati rokoknya itu.
  2. Dari 20 persen responden mengaku bahwa mereka sengaja membeli pakaian dan juga sepatu yang murah untuk anak-anak mereka dibanding berusaha untuk berhenti merokok. Selain baju atau sepatu mereka pun memberi kado yang lebih sedikit dan juga lebih murah untuk anaknya.
  3. Dari 17 persen responden mengaku mampu mengurangi jatah belanja makanan dan minuman berkualitas untuk anak mereka, alasan pemotongan anggaran ini agar bisa digunakan untuk membeli rokok. Hal ini tentu sangat disayangkan.
  4. 4.    Dimana hampir 7 persen orang tua melarang anak mereka ikut liburan sekolah, dengan tujuan agar anggaran membeli rokok tidak terpotong atau terganggu.
  5. 17 persen responden lain melarang anak mereka untuk membeli mainan tertentu karena anggarannya digunakan untuk membeli rokok
  6. Hal ini sangat niris karena 9 persen responden mengaku mereka telah mencuri uang dari celengan anak-anak mereka, dengan alasan tentu saja agar bisa memberi rokok.
  7. Dalam survey yang dilakukan maka hampir 65 persen responden menyatakan mereka dalam kondisi keuangan yang pas-pasan, akan tetapi sangat disayangkan karena mereka tetap tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok yang tentu sangat menguras keuangan mereka.

Seorang dokter yang terlibat dalam survey ini yakni Dr Sarah Javis mengatakan bahwa pada  sebagian besar perokok sepenuhnya menyadari bahwa beban keuangan keluarga dapat berkurang jika mereka menghentikan kebiasaan merokok. Akan tetapi sangat disayangkan karena dengan  kecanduan merokok ini membuat 70 persen orang ingin berhenti merokok, tetapi hanya 4 persen saja yang berhasil berhenti total dari kebiasaan merokok ini.

Semoga informasi ini menjadi informasi yang bermanfaat dan kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang di sampaikan

Leave a Reply