free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Pemeriksaan Amniosentesis Pada Wanita Hamil

Pada saat Anda memeriksakan kandungan kepada dokter, apakah dokter menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan Amniosentesis? Pemeriksaan Amniosentesis merupakan pemeriksaan yang dilakukan pada sel-sel janin dan biasanya dilakukan pada wanita hamil yang berusia lebih dari 35 tahun. Akan tetapi saat ini pemeriksaan tersebut dapat dilakukan tidak terbatas pada usia. Pada umumnya seorang wanita yang mengalami amniosentesis akan mengalami kelainan kromosomal, seperti sindrom Down, sindrom turner, atau kelainan neural tube. Pemeriksaan Amniosentesis inilah yang kemudian dapat mengetahui kelainan gen spesifik, termasuk fibrosis kistik dan penyakit sel darah berbentuk sabit.

Amniosentesis sendiri dilakukan dengan mengambil sampel cairan ketuban (amnion). Air ketuban ibu hamil akan diambil dengan bantuan ultrasonografi dan tentu dalam jumlah tertentu agar tidak mengganggu kesehatan janin. Kemudian sampel tersebut akan dianalisa di laboratorium untuk mendeteksi adanya kelainan genetik seperti penyakit metabolik, kelainan kromosom, atau cacat perkembangan.

Pemeriksaam Amniosentesis biasanya akan dilakukan antara umur kehamilan 14 sampai dengan 18 minggu kehamilan. Melalui pemeriksaan Amniosentesis ini jenis kelamin bayi pun dapat di prediksi.

Lebih lanjut, pemeriksaan Amniosentesis dilakukan untuk mengetahui beberapa hal, seperti di bawah ini :

1.    Mengetahui tingkat tumbuh kembang janin dalam rahim.
2.    Mengetahui kematangan paru janin.
3.    Dapat diketahui apakah terdapat kemungkinan adanya kelainan bawaan janin atau tidak
4.    Mengetahui apakah janin mengalami gang­guan fungsi plasenta, khususnya dalam suplai oksigen dan pertukaran karbondiosida (fungsi paru plasenta).
5.    Untuk mengetahui kejernihan dan kekeruhan air ketuban.

Pemeriksaan Amniosentesis ini juga dapat berfungsi untuk mencari solusi yang tepat jika memang terjadi adanya kelainan. Salah satu contohnya adalah jika air ketuban berku­rang atau keruh maka dapat saja disarankan untuk mempertahankan kehamilan atau segera dilakukan prosedur persalinan untuk menyela­matkan jiwa janin.

Belakangan ini pemeriksaan Amniosentesis sudah tidak banyak dilakukan karena beresiko. Sebagai alternatif, dikembangkanlah pemeriksaan ultrasonografi yang lebih banyak memberi keterangan tentang kesejahteraan janin yang berada di dalam rahim. Selain itu semua pemeriksaan tambahan sapat dilakukan dengan tuntunan ultrasonografi sehingga pengambilannya pun dapat dilakukan dan dapat mengurangi bahaya terhadap janin dan juga ibu yang mengandungnya. Semoga informasi ini dapat menambah informasi Anda seputar kehamilan dan juga persalinan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply