free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Pemeriksaan Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kehamilan Tak Kunjung datang

Apabila Anda memiliki masalah yang mana sudah lama menikah akan tetapi belum juga dikaruniai momongan. Selain sabar dimana sudah menanti si buah hati selama bertahun-tahun mungkin Anda juga sudah berusaha dengan melakukan hubungan intim secara teratur dua hingga tiga kali dalam seminggu, tentunya tanpa menggunakan alat kontrsepsi. Walupun kondisi ini sudah terjadi selama bertahun-tahun akan tetapi belum juga dapat berhasil, maka apa yang sebaiknya Anda lakukan?

Apabila sepasang suami istri yang alami lebih dari setahun menikah dan belum dikaruniai momongan maka sebaiknya Anda memeriksakan diri dan juga pasangan ke dokter. Karena bisa saja Anda atau pasangan mengalami infertilitas atau ketidaksuburan. Dengan mengetahui permasalahan ini maka Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebab infertilitas dan mencoba untuk mengatasinya.

1.    Pemeriksaan Pada Istri
Dengan adanya permasalahan ini maka dokter kandungan akan memeriksa kedua pasangan terutama pihak wanita karena sesuai dengan bidang keahliannya yakni kehamilan. Pemeriksaan awal akan akan ditanyakan  mengenai riwayat pasien dalam hal ini meliputi riwayat kesehatan, perkawinan, hubungan intim, kehamilan (bila pernah), siklus haid, dan lain sebagainya. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik umum seperti mengetahui tekanan darah, berat badan, tinggi badan dan juga dengan melakukan pemeriksaan fisik ginekologis atau kandungan yang mana dikenal sebagai pemeriksaan dalam. Pada saat ini Dokter akan menilai dan melihat organ genitalia eksterna (bagian luar) seperti vulva, vagina dan mulut rahim, kemudian pada saat bersamaan akan dilakukan perabaan pada organ genitalia interna (bagian dalam) untuk mengetahui dan juga menilai kondisi rahim, indung telur dan mencari adanya tumor kandungan.

Setelah itu Anda akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang mana bertujuan untuk melihat anatomi rahim, indung telur, saluran telur dan juga kemungkinan adanya massa (tumor) kandungan seperti contohnya kista, mioma, polip dan sebagainya. Selanjutnya dokter akan meminta Anda untuk  melakukan pemeriksaan laboratorium, yakni pemeriksaan darah rutin dan urin. Dimana pemeriksaan hormonal ini cukup penting untuk mengetahui kondisi kemampuan reproduksi wanita secara normal

Apabila di butuhkan maka dokter juga akan menyarankan untuk menambahkan pemeriksaan pada hormon testosteron, hormon tiroid, serta pemeriksaan terhadap infeksi TORCH atau Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simpleks.

2.    Pemeriksaan Pada Suami
Pemeriksaan pada suami ini pada umumnya dokter akan memberikan pengantar bagi suami untuk melakukan pemeriksaan Analisis sperma. Untuk melakukan pemeriksaan maka suami harus menghindari hubungan intim selama 3 s.d 4 hari. Dimana bertujuan agar hasilnya lebih akurat dilakukan dengan cara masturbasi dan kemudian ditampung pada pot khusus. Akan tetapi  jika didapati kesulitan dalam masturbasi maka pengambilan maka kan diambil sperma melalui hubungan intim. Akan tetapi jarak pengambilan sampel dengan pemeriksaan tidak lebih dari 1 jam sehingga jadi sebaiknya dilakukan pada atau dekat dengan laboratorium pemeriksaan.

Nah, jika sudah dapat ditemukan adanya kelainan pada sperma, kemudian dapat dilakukan pemeriksaan Imunoandrologis dan juga konsultasi suami dengan dokter spesialis andrologi dan bedah urologi  untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih dalam seperti contohnya Pemeriksaan fisik urologis/andrologi, pemeriksaan USG testis dan prostat.

Nah, jika telah diketahui penyebab dan juga pihak mana yang mengalami permasalahan dalam sulitnya mendapatkan kehamilan, maka dokter akan memberikan solusi maupun terapi yang terbaik untuk tentunya segera mendapatkan buah hati

Leave a Reply