free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Perhatikan Cara Jalan Si Kecil

Tentu sangat menyenangkan melihat si kecil tumbuh dengan sehat dan ceria. Saat ini apabila si kecil sudah mulai bisa berjalan dan sudah lancar melangkahkan kakinya kesana kemari, maka tugas Anda selanjutnya sebagai orang tua adalah memperhatikan cara jalannya. Mengapa demikian? Karena menurut seorang ahli podiatrik asal California, Dr. David Stege, menyatakan dikarenakan jumlah tulang, jumlah otot, kekerasan tulang, kekerasan otot dan jumlah lemak di telapak kaki anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Dengan perbedaan struktur ini maka menyebabkan cara berjalan balita akan berbeda dengan cara jalan orang dewasa. Dengan memperhatikan hal ini maka Anda akan tahu mana cara jalan anak Anda yang masih normal dan mana yang masih perlu untuk di koreksi. Nah, di bawah ini cara anak berjalan berikut penjelasannya :

1.    Berjalan jinjit
Seorang anak yang sedang belajar berjalan maka akan bereksplorasi dengn mencoba berjalan jinjit. Anak juga akan sengaja berjalan jinjit untuk menghindari lantai yang licin, kotor atau basah. Atau si kecil berjalan jinjit untuk diperlihatkan kepada kepada Anda bagaimana ia meniru gaya seorang penari ballet. Hal ini tentu saja masih normal bagi seorang anak. Akan tetapi apabila si kecil selalu berjalan jinjit walapun tidak ada alasan seperti halnya lantai tidak basah maka sebaiknya cek ke dokter. Hal ini bisa saja ada kelainan pada kakinya, yakni di pangkal otot di belakang tumit atau tendon Achilles pendek, sehingga menyebabkan otot depan dan belakang tungkai anak tidak selaras ketika ia berdiri. Untuk menghindari hal ini maka latih si kecil untuk berjalan dengan menapakkan kaki pada berbagai jenis permukaan seperti  media pasir, rumput, semen, karpet, dan lain sebagainya.

2.    Berjalan Mundur.
Jikalau si kecil berjalan mundur, maka ini merupakan bentuk percobaan balita dimana terbiasa melihat cara berjalan yang mundur seperti pada undur-undur, selain itu bisa juga untuk menghibur diri sendiri dan membuat orang lain di sekililingnya tertawa melihat tingkahnya. Dengan hal ini maka Anda tidak perlu khawatir karena hal ini merupakn suatu hal yang normal. Dengan cara berjalan mundur si kecil seperti ini memiliki manfaat untuk melatih keseimbangan anak, memperkuat otot  kaki, melatih konsentrasi, dan menyerap oksigen lebih banyak dibanding berjalan maju.

3.    Berjalan Knee- knock.
Mungkin Anda pernah melihat anak berjalan dengan kedua lutut saling bersentuhan? Jangan khawatir bunda, hal ini masih normal terjadi ketika anak baru bisa berjalan sampai dengan usia 4 tahun, sebenarnya cara jalan seperti ini merupakan bagian dari tahapan proses berjalan hingga menjadi sempurna. Cara berjalan seperti ini tentunya akan berubah dengan sendirinya ketika anak semakin besar dan semakin pandai berjalan.

4.    Berjalan Gedebak-gedebuk.
Baru berjalan beberapa langkah si kecil malah menabrak kursi. Kemudian mulai berjalan lagi, eh, malah tersandung karpet. Tidak lama kemudian berdiri dan berjalan lagi tiba-tiba belok dan mendadak menyenggol pinggir meja. Duh, Anda pasti tidak tahan  melihat cara berjalan si kecil yang gedebak-gedebuk seperti itu. Cobalah bersabar dan jangan khawatir ya bunda, hal ini normal dan wajar karena keseimbangan si kecil belum sempurna, dimana ia akan sering terjatuh atau menabrak benda. Bahkan beberapa ahli kesehatan anak meyakini apabila anak ceroboh saat berjalan hal ini bukan berarti adanya gangguan fisik, dan tentu  saja tidak akan menjadi gaya berjalan yang permanen. Tahapan ini akan terjadi karena anak masih melatih keseimbangan tubuhnya saat berjalan. Sebagai orang tua Anda sebaiknya meningkatkan pengawasan saat anak berjalan dan selalu pastikan tersedia ruangan yang lapang dan aman untuk melatih keterampilan berjalannya.

5.    Jalan dengan Kaki Diseret.
Dalam hal ini disebut jalan diseret yakni apabila anak tidak mampu mengangkat satu kakinya untuk melangkah. Apabila Anda mendapati cara berjalan seperti ini terjadi tiba-tiba, maka kemungkinan kaki si kecil ada yang luka, maka akan ditandai dengan ia sering meringis kesakitan saat berjalan. Untuk itu anak perlu segera diperiksakan ke dokter karena hal ini tentu saja tidak normal. Hal ini bisa jadi, anak menyeret kakinya karena kondisinya lemah, mengalami parese atau gangguan fungsi sensorik akibat adanya lesi jaringan pada syaraf.

6.    Berjalan pincang.
Anak berjalan pincang yakni ketika salah satu kakinya lebih kecil dari kaki lainnya, sehingga akan  membuatnya kesulitan untuk berjalan tegak. Apabila hal ini terjadi maka menandakan kakinya  bermasalah dan tentu perlu diperiksakan ke dokter agar segera dilakukan penanganan.
Nah, bunda dengan memperhatikan cara jalan si kecil tentu Anda akan tahu mana cara jalan yang masih normal dan juga yang perlu penanganan. Semoga informasi di atas akan bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply