free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Resiko Dan peluang Melakukan Bayi Tabung

Mungkin Anda sering mendengar dengan program bayi tabung? Ya, program bayi tabung sendiri merupakan suatu teknik reproduksi berbantu atau teknik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur matang dengan sperma di luar tubuh manusia (in vitro fertilization/IVF). Saat ini dengan teknik ini menjadi sangat populer dan juga diminati oleh pasangan yang sulit memperoleh keturunan. Waluapun dengan program bayi tabung ini memerlukan biaya dan juga pengorbanan yang tentunya tidak sedikit. Apabila Anda dan pasangan sedang menanti hadirnya buah hati akan tetapi tidak kunjung datang, maka ada baiknya Anda memilih program bayi tabung ini, Akan tetapi sebelum Anda dan pasangan menjalani program ini, sebaiknya Anda terlebih dulu memahami prosedur, peluang, dan risiko yang harus ditanggung selama menjalani program bayi tabung ini. Karena hal ini penting untuk mempermudah dan menambah kesiapan mental. Lalu apa saja peluang dan juga resiko dalam program bayi tabung? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

Sebenarnya peluang untuk mendapatkan suatu kehamilan melalui proses bayi tabung ini ditentukan oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah usia wanita tersebut, faktor cadangan sel telur, lamanya gangguan kesuburan yang dialami pasangan, riwayat ada atau tidaknya kehamilan sebelumnya, adanya derajat kelainan, faktor sarana dan fasilitas teknologi laboratorium, serta faktor ilmu dan juga pengalaman yang dimiliki oleh tenaga medis klinik bayi tabung. Dengan berbagai faktor seperti di atas, melalui program  bayi tabung ini akan memberikan peluang untuk mendapatkan kehamilan bervariasi, mulai dari dari 10 sampai dengan 45 persen.

Dan salah satu faktor paling penting yang menentukan peluang terjadinya kehamilan yakni tergantung pada usia wanita tersebut, dimana hubungan peluang kehamilan dan faktor usia menentukan keberhasilan tersebut. Berikut selengkapnya :

  1. Jika usia kurang dari 30 tahun maka angka keberhasilannya 35 % s.d 45 %
  2. Jika usia 31 s.d 35 tahun maka peluang untuk terjadinya kehamilan 30 % s.s 45 %,
  3. Jika usia 36 s.d 40 tahun maka peluang terjadinya kehamilan 25% s.d 30 %
  4. Jika usia lebih dari 40 tahun maka peluangnya 10% s.d 15 %.

Perlu dikatahui bahwa peluang tersebut tentunya berupa peluang secara umum, yang mana hanya dilihat berdasarkan usia wanita, karena dalam hal ini masih banyak lagi faktor lainnya yang dapat memengaruhi angka keberhasilan proses bayi tabung. Selain peluang ada juga resiko yang mungkin terjadi pada pasangan suami istri yang mengikuti program bayi tabung. Dan dalam hal ini setidaknya lima hal yang harus dipersiapkan pasangan suami istri yang sudah menetapkan program bayi tabung sebagai pilihan utama. Brikut penjelasan lengkapnya :

  1. Terjadinya stimulasi indung telur yang berlebihan maka akan memungkinkan terjadinya penumpukan cairan di rongga perut. Dengan hal ini maka memberikan beberapa keluhan, seperti contohnya rasa kembung, mual, muntah, dan hilangnya selera makan. Maka melalui pemantauan rutin selama dalam masa stimulas, keadaan tersebut diharapkan tidak terjadi dan dapat di atasi
  2. Ketika pengambilan sel telur dengan jarum maka akan menimbulkan risiko terjadinya perdarahan, infeksi, dan kemungkinan jarum mengenai kandung kemih, usus, dan pembuluh darah. Maka melalui persiapan yang baik dan panduan teknologi ultrasonografi, keadaan tersebut umumnya dapat dihindari.
  3. Adanya risiko kehamilan kembar lebih dari dua, dengan kondisi ini akan meningkat banyaknya embrio yang dipindahkan ke dalam rahim. Jika hal ini terjadi maka akan memberikan risiko persalinan prematur
  4. Adanya risiko akan keguguran dan kehamilan di luar kandungan. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian hormon dan juga pemindahan embrio dengan panduan ultrasonografi,
  5. Risiko lain yang timbul yakni berupa besarnya biaya yang dikeluarkan, adanya kelelahan fisik serta terjadinya stres emosional dalam menyikapi antara harapan dan kenyataan yang terjadi selama mengikuti bayi tabung.

Setelah pasangan mengetahui mengenai peluang dan juga resiko pada program bayi tabung, diharapakan pasangan dapat memiliki harapan untuk memiliki momongan dan siap dengan segala resikonya.

Leave a Reply