free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Resiko Diabetes Pada Ibu Hamil

Diabetes merupakan penyakit yang di akibatkan karena masalah salah satu ketidakmampuan tubuh untuk membuat insulin atau juga tubuh tidak menanggapi terhadap efek insulin. Insulin sendiri yakni salah satu hormon utama yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah dan memungkinkan tubuh untuk menggunakan gula (glukosa) untuk energi. Diabetes atau biasa disebut juga dengan penyakit kencing manis atau penyakit gula darah merupakan salah satu golongan penyakit serius dan kronis. Dimana diabetes sendiri dapat ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dalam hal ini organ pankreas tidak mampu lagi memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Penyakit diabetes sendiri bisa menyerang siapa saja, begitu juga dengan ibu hamil. Dan masalahnya yaitu ketika hamil maka diabetes bisa berpengaruh terhadap janin di dalam perut. Untuk itu yuk ketahui diabetes pada ibu hamil beikut ini :

Risiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil yang terkena diabetes yaitu :

  1. Kemungkinan persalinan yang prematur
  2. Pre-eklampsia.
  3. Kemungkinan cairan ketuban yang berlebihan (hidramnion).
  4. Adanya infeksi saluran kemih.
  5. Munculnya infeksi vagina yang berupa keputihan karena jamur yang berulang.

Risiko yang mungkin terjadi pada Janin : 

  1. Pertumbuhan fisiknya di dalam perut ibu akan terhambat.
  2. Kemungkinan bayi lahir besar atau giant baby (makrosomia), dengan kondisi ini maka harus dilahirkan secara caesar. Hal ini disebabkan karena janin menerima pasokan gula berlebih dari ibu yang diubah menjadi protein dan lemak sehingga akan membuat bayi lebih besar.
  3. Adanya cacat bawaan, cacat pada janin ibu yang diabetes peluangnya 3 kali lebih besar dari kehamilan normal.
  4. Meningkatnya kadar bilirubin.
  5. Adanya sindroma gangguan napas. Dengan kelebihan insulin maka tentu akan menghambat kerja hormon kortisol yang mana berfungsi untuk mematangkan paru-paru janin. Sebagai akibatnya, maka paru-paru janin belum matang di usia 38 minggu. Sehingga memungkinkan terjadinya sindroma gawat napas. Untuk mencegah hal ini maka bisa dengan melakukan pemeriksaan air ketuban untuk memantau kematangan paru-paru janin.
  6. Janin kekurangan glukosa dan kalsium.
  7. Janin mengalami adanya kelainan jantung.
  8. Kemungkinan adanya kelainan neurologik dan psikologik pada bayi di kemudian hari.
  9. Kematian mendadak di kandungan (sudden death), hal ini dikarenakan darah bayi kekurangan oksigen dan kelebihan asam laktat. Ini risiko jika kadar gula darah ibu tidak terkontrol.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan seperti di atas, maka perlu pemantauan ekstra baik untuk janin maupaun ibu hamil sendiri. Untuk itu lakukan langkah-langkah seperti di bawah ini :

  1. Sebaiknya lakukan pemeriksaan USG  atau ultrasonografi pada usia kehamilan 16 dan 20 minggu.
  2. Lakukan pemeriksaan serial setiap 2 minggu sejak menginjak kehamilan 34 minggu.
  3. Lakukan pemeriksaan serial setiap minggu setelah kehamilan mengnjak 36 minggu, berupa rekaman jantung janin (kardiotokografi),  pemeriksaan janin dan fungsi plasenta (profil biofisik) dengan juga USG Doppler.
  4. Sejak menginjak kehamilan 38 minggu maka sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan cairan ketuban (amniosintesis) hal ini untuk menilai kematangan paru-paru janin.

Bagi Anda yang menderita diabetes pada masa kehamilan mungkin akan merasa kurang nyaman dengan kondisi seperti ini, tetapi apabila Anda telah melakukan langkah yang tepat dan pemeriksaan dokter yang rutin, maka segala resiko yang mungkin terjadi dapat di minimalisir.

Leave a Reply