free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Resiko Kesehatan Pada Kehamilan Usia Remaja

Usia remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Kehamilan pada usia remaja dapat di tandai dengan kehilangan satu atau lebih siklus mentruasinya. Akan tetapi pada usia remaja hilangnya satu siklus mentruasi tidak selalu dinyatakan sebagai tanda kehamilan bagi remaja yang memang silkus mentruasinya tidak lancar dan teratur. Tanda-tanda terjadinya kehamilan yang umum adalah sebagai berikut:

1.    Terlambat mentruasi
2.    Terasa Mual-mual
3.    Muntah
4.    Terasa sakit pada bagian puing dan payudara
5.    Sering ingin buang air kecil
6.    Mendadak tidak suka pada makanan tertentu

Untuk mengetahui kehamilan akurat pada masa remaja memang di butuhkan tes yang positif yang merupakan tanda kehamilan dengan Alat tes kehamilan yang dapat digunakan sendiri di rumah yakni testpack. Tentu banyak resiko kesehatan yang dialami oleh remaja dengan kehamilannya. Dan di bawah ini penjelasan lengkapya tentang resiko kehamilan pada remaja :

1.    Tekanan Darah Tinggi
Kehamilan pada remaja memiliki resiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan wanita yang hamil di usia 20 atau 30 an. Hal ini dikarenakan adanya kombinasi tekanan darah tinggi dengan kelebihan kadar protein pada urin. Dengan resiko kesehatan ini bukan hanya mengancam kesehatan ibunya akan tetapi juga janin yang di kandungnya. Selain terjadinya komplikasi pada kehamilan, bayi juga dapat lahir dengan prematur.

2.    Kurangnya Perawatan Prenatal
Seorang wanita remaja yang sedang hamil, apalagi yang khususnya yang tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, maka memiliki resiko perawatan prenatal yang mengkhawatirkan, khususnya pada masa-masa awal kehamilan. Sebaiknya remaja tersebut dapat memonitor perkembangan janin, dan segera bertindak jika ada komplikasi yang terjadi.

3.    Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah
Salah satu resiko berat badan bayi lahir rendah memang lebih tinggi pada remaja. Mengapa demikian? Karena bayi yang lahir prematur maka pada umumnya berat badannya lebih rendah dari yang seharusnya, hal ini dikarenakan  mereka memiliki waktu yang lebih sedikit untuk berkembang dalam rahim dibandingkan yang normal.

4.    Kelahiran Prematur
Suatu masa kehamilan yang sempurna yakni akan berakhir dalam 40 minggu. Sedangkan bagi bayi yang dilahirkan sebelum 37 minggu disebut dengan bayi prematur. Untuk mencegah kelahiran prematur pada remaja dapat dicegah dengan pengobatan dan juga bed rest. Jika bayi lahir prematur maka semakin besar resiko masalah pernapasan, pencernaan, penglihatan, kognitif, dan masalah lainnya.

5.    Depresi Postpartum
Resiko kesehatan kehamilan pada remaja salah satunya yakni kemungkinan remaja yang hamil akan mengalami depresi setelah melahirkan bayinya. Hal ini dikarenakan gadis remaja yang merasa sedih dan terpukul baik itu selama masa kehamilan maupun setelah melahirkan, dengan keadaan yang depresi ini maka dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan bayi itu sendiri

6.    Penyakit Seksual Menular 
Untuk remaja yang melakukan hubungan seksual selama dalam masa kehamilan, maka penyakit seksual menular seperti chlamydia dan HIV tentunya dapat menginfeksi uterus dan juga janin di dalam perut, dan seringkali hal inilah yang sering menjadi perhatian utama.

Bagi kehamilan usia remaja, terutama khususnya bagi remaja yang berpikir tidak dapat memberitahu orang tua tentang kehamilannya, tentu akan merasa takut, sendirian, dan diasingkan, dengan masalah ini dan tanpa dukungan keluarga atau orang dewasa maka akan kurang mengetahui tentang apa saja yang seharusnya memang dilakukan oleh wanita yang sedang hamil. Nah, untuk itu bagi remaja putri ada baiknya untuk menjauhi seks bebas agar tidak terjadi kehamilan yang tidak di inginkan.

Leave a Reply