free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Sekilas tentang Proses Kelahiran Normal

Seperti kita tahu bahwa kebanyakan wanita akan melahirkan saat usia kandungan telah berusia antara 37 hingga 42 minggu, akan tetapi tidak pernah ada perkiraan pasti kapan awal proses melahirkan akan benar-benar terjadi. Nah, jika kelahiran pertama, maka tentunya Anda akan kesulitan membedakan antara kontraksi Braxton Hiks atau yang dikenal dengan kontraksi palsu dengan kontraksi sebenarnya. Nah, untuk mengetahui bagaimana proses kelahiran sebenarnya, berikut ini sekilas tentang proses kelahiran normal

1.    Pra lahir
Jika Anda merasakan kontraksi yang semakin kuat dengan interval yang semakin dekat, contohnya seperti setiap 8 atau 10 menit ini merupakan suatu indikasi yang menunjukkan bahwa Anda siap melahirkan. Selain itu juga akan ada peluruhan membran yang ditandai dengan pecahnya ketuban. Perlu diketahui juga tidak semua wanita mengalami ini saat akan melahirkan. Pada tahap ini yang harus Anda kenali yakni kekuatan kontraksi yang terbagi dalam tiga fase, berikut 3 fase tersebut :

·    Fase Laten (Awal)
Pada fase ini tandanya dimana kontraksi terjadi selama 30 hingga 60 detik. Pada umumnya, jarak antar kontraksi terjadi setiap 20 menit sekali yang kemudian semakin pendek, hingga setiap 5 menit. Pada fase ini, sebaiknya lakukan tarikan napas pelan atau slow paced-breathing, dengan ini maka akan membantu mengurangi rasa sakit saat kontraksi terjadi.

·    Fase Aktif
Pada fase ini tandanya jika kontraksi terasa semakin intens dan berlangsung selama 45 s.s 60 detik dengan interval antara 3 s.d 5 menit sekali. Selain itu pada sebagian wanita akan merasakan nyeri di punggung bagian belakang, pinggul, dan juga kram pada kaki dan tungkai. Sebaiknya jika Anda sudah memasuki fase ini Anda sudah berada di ruang bersalin dan sudah ditemani suster atau bidan.

·   Fase Transisi

Pada fase ini tandanya kontraksi akan semakin intens yakni bisa bertahan sampai dengan  60 s.d 90 detik, dan hanya terjadi dengan waktu hanya sekitar 1½ hingga 2 menit sekali.

Ini merupakan fase yang paling pendek tapi juga paling intens. Yang mana pada umumnya berlangsung sekitar 10 menit hingga 2 jam. Fada fase ini sebaiknya tarik napas yang dalam dan fokuskan pikiran pada sesuatu hal yang menyenangkan. Karena pada fase ini umumnya mulut rahim telah membuka 7-10 cm, jadi tetaplah berkonsentrasi dan fokus, jangan larut dalam rasa sakit yang membuat Anda kehilangan kendali.

2.    Mengejan
Pada tahap ini ada sebagian wanita yang hanya membutuhkan waktu sebentar untuk mengejan dan ada juga yang sebaliknya. Pada tahap ini dimana bayi Anda akan bergerak turun sepanjang saluran melahirkan. Pada fase ini sebaiknya dengarkan dan ikuti panduan dokter saat kapan Anda harus menarik napas dan kapan waktu tepat untuk membuang napas sembari mengejan. Saat ini kehadiran suami pun akan dapat membantu untuk memberikan bantuan dukungan

3.    Melahirkan Plasenta
Ketika kepala bayi telah berhasil keluar dari mulut vagina, maka secara otomatis bagian tubuh bayi yang masih di dalam secara alami akan berputar dengan sendirinya. Meskipun bayi sudah keluar bukan berarti proses kelahiran telah usai, kontraksi masih akan terjadi walaupun tidak sekuat sebelumnya. Dimana Anda harus masih melahirkan plasenta yang mana telah mensuplai oksigen dan nutrisi untuk janin Anda.
Pada tahap ini agar lebih nyaman sebaiknya lebih bersabar, karena pada proses ini biasanya kebanyakan wanita tidak terasa sakit sama sekali.

Saat semua tahap telah terlewati, maka proses persalinan telah selesai dan mulai saat ini Anda akan memulai kehidupan baru bersama si buah hati.

Leave a Reply