free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Sembuhkan Si Kecil Penghisap

Tahukah bunda bahwa sebenarnya si kecil terlahir sebagai seorang penghisap? Ya hal ini karena seoarang bayi memang terlahir dengan insting natural untuk menghisap. Bahkan makanannya pun sendiri tidak akan bisa memuaskan refleks naturalnya ini, oleh karena inilah maka bayi akan menghisap jarinya, jempol atau juga dot.

Aktifitas menghisap ini akan memberikan kesenangan, kenyamanan dan juga rasa aman. Akan tetapi seiring dengan perkembangan dan pertumbuhannya, maka anak akan meninggalkan kebiasaannya ini dengan sendirinya. Pada kebanyakan anak-anak akan berhenti melakukan kebiasaan menghisap pada usia 2 tahun. Dengan adanya fakta ini maka para ahli sepakat bahwa setelah usia 4 tahun, seorang anak yang menghisap jempol atau menghisap dot dapat mempengaruhi perkembangan gigi dan gusinya.

Lalu bagaimana apabila lebih dari dua tahun, si kecil masih juga suka menghisap jari, jempol atau dot ? Bunda, memang diperlukan kesabaran untuk menghentikan kebiasaan ini, yang tidak boleh bunda lakukan adalah seperti menegur si kecil dengan marah, menarik ibu jari atau dot dari mulutnya, dengan mengolok-olok atau menghukumnya dan lain sebagianya. Dengan kesalahan seperti ini justru hanya akan membuat si kecil stres. Maka dalam keadaan stres itulah si kecil akan sangat membutuhkan hisapan jempolnya itu.

Ketika Anda berpikir bahwa anak Anda telah siap untuk meninggalkan kebiasaan menghisapnya tersebut, maka jelaskan padanya bahwa dengan tidak menghisap jarinya, akan sangat membantu dia untuk memiliki gigi yang sehat. Apabila sudah ada keinginan si kecil untuk berhenti dari dirinya sendiri maka lakukan langkah-langkah seperti di bawah ini, akan tetapi apabila si kecil dirasa belum siap maka tunggulah sampai buah hati Anda benar-benar siap. Berikut ini selengkapnya :

  1. Saat si kecil menghisap ibu jarinya untuk mendapatkan kenyamanan dan rasa aman, maka sebaiknya Anda fokus pada apa yang membuatnya merasa cemas. Sebaiknya berikan si kecil banyak kasih sayang dan kenyamanan.
  2. Pujilah si kecil pada saat dia tidak menggunakan dot atau menghisap, selain itu katakan juga pada si kecil bahwa Anda bangga atas usahanya tersebut.
  3. Sebaiknya sering bermainlah bersama si kecil yang membuat si kecil senang lalu berikan penghargaan atas kemajuan yang telah berhasil diperoleh.
  4. Apabila si kecil mulai menghisap ibu jarinya, maka alihkan perhatiannya dengan mengarahkan melakukan aktivitas lain agar tangannya sibuk melakukan kegiatan lain dan lupa untuk menghisap.
  5. Cobalah tanyakan pada si kecil apakah ia ingin meletakkan plester warna-warni atau aksesoris menarik lainnya di jari jempol yang dihisapnaya, hal ini untuk mengingatkannya agar menjauhkan jarinya tersebut dari mulut.
  6. Apabila si kecil menghisap dot maka sebaiknya Anda memiliki tempat khusus yang jauh dari jangkauan si kecil, agar apabila ia ingin mengambilnya maka perlu bantuan dari Anda.

Bunda, apabila si kecil memiliki kebiasaan menghisap dot maka jika anak Anda sudah tidak ingin menggunakannya lagi, maka Anda bisa segera mengambilnya. Namun hal yang lebih sulit mungkin apabila si kecil memiliki kebiasaan menghisap ibu jarinya, akan sedikit lebih sulit untuk membuatnya berhenti, terutama pada saat si kecil sedang tidur.

Pada saat tidur itu sendiri, si kecil tidak akan mampu untuk mengontrol hisapan jempolnya. Jadi sebaiknya jelaskan kepadanya bahwa bukan ia yang ingin untuk menghisap, tetapi jempolnyalah yang bergerak dengan sendirinya, yakni dengan menyelinap kedalam mulutnya saat ia tengah tidur. Jadi apabila si kecil benar-benar ingin berhenti menghisap ibu jarinya, maka tanyakan kepadanya apakah ia mau mengenakan sarung tangan atau kaus kaki di tangannya pada malam hari? Selain itu perlu di ingat dan pastikan bahwa anak Anda tidak menganggap hal ini sebagai suatu hukuman, melainkan sebagai cara yang menyenangkan untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Perubahan sekecil apapun yang  telah dilakukan si kecil dengan usaha untuk menghentikan kebiasaanya itu, maka katakan padanya bahwa Anda bangga pada dirinya lalu biarkan ia merasa bangga dengan usaha dan prestasinya tersebut.

Leave a Reply