free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Serangga Ternyata Kaya Protein

Serangga Ternyata Kaya ProteinPernahkah Anda makan serangga? Mungkin ada beberapa dari Anda yang mengatakan ya, serangga seperti belalang, jangkrik dan beberapa jenis ulat adalah jenis serangga yang biasanya di konsumsi oleh masyarakat Indonesia. Dan tahu ga ladies, ternyata dua miliar orang di dunia gemar atau setidaknya pernah makan serangga.  Terutama di negara Asia, Afrika dan juga Amerika Latin, biasanya jenis serangga yang dikonsumsi adalah seperti semut merah, belalang kecil dan  beberapa jenis kumbang air.

Setelah dilakukan penelitian menyatakan bahwa protein serangga setara dengan protein pada daging sapi tanpa lemak. Selain itu serangga juga dapat menggantikan kebutuhan serat tubuh dan juga mengandung mineral yang berguna bagi tubuh seperti zat besi, magnesium, fosfor, selenium dan seng.

Selain bisa dijadikan alternatif makanan, serangga juga menurut para ahli FAO dapat menjadi bahan pewarna makanan alami untuk melawan pewarna buatan yang dapat merusak kesehatan. Pewarna alami tersebut seperti pewarna merah yang dihasilkan dari cochineal, yaitu serangga yang sering diekspor dari negara Peru dimana sudah dipakai untuk memberikan warna minuman aperitif Italia yang trendi dan merek yogurt stroberi yang terkenal secara internasional. Selain itu perusahaan farmasi pun menggunakan pewarna alami dari serangga untuk memproduksi pil dan obat.

Biasanya kumbang dan ulat adalah makanan yang paling umum dikonsmsi. Dari lebih 1.900 spesies serangga yang dapat dimakan manusia, lebah, tawon, semut, belalang dan jangkrik   merupakan serangga paling populer yang banyak di konsumsi. Dan menurut data PBB rayap dan lalat merupakan jenis serangga yang kurang diminati.

Selain di konsumsi ternyata serangga dapat juga menghasilkan pundi-pundi uang. Di Afrika saja empat botol air mineral besar yang penuh dengan belalang akan dihargai sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 200.000. Dan beberapa jenis ulat di sebelah selatan negara Afrika merupakan makanan yang lezat dan bernilai tinggi, begitu juga halnya dengan telur semut penenun di Asia Tenggara yang dianggap sebagai makanan super lezat.

Serangga memang jarang di ternakan, dan apabila di ternakkan pun hanya untuk melayani kebutuhan pasar yang kecil, seperti untuk bisnis umpan ikan dan makanan ternak. Tapi karena serangga dapat berkembangbiak di lokasi dan kondisi apapun, maka mudah untuk di kembangbiakan. Selain itu ternyata serangga membutuhkan 8 kilogram pakan untuk menghasilkan satu kilogram daging. Jadi dapat di konversikan dengan 2 kilogram pakan menjadi 1 kilogram daging yang bisa dimakan. Kelebihan lain ternak serangga untuk makanan adalah cenderung menghasilkan lebih sedikit gas rumah kaca yang berbahaya bagi lingkungan dibandingkan ternak lain.

Karena berbagai protein dan juga kandungan gizi lain yang sangat bermanfaat untuk tubuh, maka jangan ragu ladies apabila memang berani untuk mengkonsumsi berbagai jenis serangga ini. Karena hampir tidak ada kandungan lemak dan bahkan kaya akan serat maka sangat baik untuk proses diet penurunan berat badan Anda. Selain itu rasanya pun akan renyah dan gurih apabila disajikan dengan cara di goreng. Bagaimana ladies, tertarik untuk mengganti menu makan siang yang biasa dengan menu serangga yang gurih?

Leave a Reply