free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Tips Untuk Mencegah Pertumbuhan Janin Terhambat

Sebagai seorang ibu yang mendambakan hadirnya buah hati tanpa kurang suatu apapun memang suatu hal yang wajar, akan tetapi pada kenyataannya pada saat kehamilan, banyak masalah yang dapat menghambat pertumbuhan janin di dalam rahim. Pada dasarnya gangguan yang terjadi pada pertumbuhan janin terbagi menjadi dua, yakni makrosomia atau bayi lahir besar, dimana lebih dari 4 kg dan IUGR (Intra Uterine Growth Restriction) atau bisa juga disebut Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT).

Pertumbuhan janin terhambat Artinya janin memiliki berat kurang dari 90 persen dari keseluruhan, baik itu ukuran atau berat badan bayi dalam usia kehamilan yang sama, dan kemudian dibandingkan dengan janin normal. Janin dengan pertumbuhan terhambat dapat terjadi pada janin dengan usia kehamilan prematur, aterm  atau cukup bulan maupun post matur atau kelebihan bulan.

Untuk mengetahui Pertumbuhan Janin Terhambat atau PJT maka di bagi ke dalam 2 tipe.

1.    Simetris PJT
Pertumbuhan janin yang terhambat dapat dimulai sejak masa kehamilan yang lebih awal yakni pada trimester pertama , sehingga dapat menyebabkan lingkar dada dan kepala, panjang dan beratnya semua di bawah 10 persentil untuk usia kehamilan, maka ukurannya mengecil secara proporsional. Dan apabila hal ini terjadi pada awal pertumbuhan embrio janin yakni sekitar usia kehamilan minggu ke 4 sampai dengan 20 maka dapat terjadi pengurangan jumlah sel untuk janin. Dan beberapa faktor yang berkaitan dengan hal tersebut adalah adanya kelainan kromosom, adanya infeksi TORCH, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex/HepatitisB/hiv dan Syphillis. Selain itu faktor kekurangan nutirsi pada ibu hamil juga mempengaruhi.

2.    Asimetris PJT
Pertumbuhan janin terhambat pada tipe ini yakni biasanya terjadi sesudah minggu ke 28 kehamilan, dengan tipe asimetris ini merupakan hasil kompensasi janin dalam memberikan reaksi terhadap penurunan aliran darah plasenta yang biasanya berhubungan dengan ibu, seperti contohnya gangguan ginjal, hipertensi dan penyakit diabetes selama masa kehamilan. Adanya gangguan pada tipe ini biasa terjadi pada fase hipertrofi, yakni dimana jumlah total sel normal tetapi ukurannya lebih kecil.

Nah, untuk mencegah terjadinya tipe Asimetris PJT, maka ikuti beberapa tips berikut ini :

1.    Selalu lakukan pemeriksaan sebelum Anda merencanakan kehamilan.

Dengan merencanakan kehamilan yang tepat maka Anda dan pasangan akan lebih cermat mengetahui kehamilan apa saja yang mungkin beresiko. Seperti contohnya wanita dengan tekanan darah tinggi dan penyakit diabetes mellitus. Untuk itu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan. Dan selalu usahakan wanita tersebut selalu dalam kondisi yang prima, sehingga saat terjadi kehamilan tidak terjadi gangguan yang berarti

2.    Selalu periksa kehamilan secara rutin.

Untuk seorang wanita yang sedang hamil maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan setiap 4 minggu sekali sampai dengan usia kehamilan 28 minggu. Lalu mulai dari minggu ke 28 sampai dengan 36 minggu, di anjurkan pemeriksaan dilakukan setidaknya setiap 2 kali seminggu. Dan  selanjutnya, lakukan pemeriksaan 1  sekali seminggu sampai dengan usia kelahiran atau mengnjak usia 40 minggu.

3.    Jaga pola hidup sehat.

Menjaga kesehatan tentu wajib untuk wanita yang sedang hamil. Seperti contohnya mengkonsumsi makanan yang sehat, bergizi dan bermanfaat untuk janin. Selain itu ibu hamil juga harus rutin berolahraga akan tetapi sesuai dengan kemampuan dan tidak lupa selalu istirahat yang cukup.

4.    Selama masa kehamilan Ibu hamil juga harus menghindari stres

Nah, itulah beberapa tips untuk mencegah pertumbuhan bayi terhambat di dalam kandungan.

Leave a Reply