free webpage counters
Subscribe
sahabat saya, sahabat anda, sahabat kita semua

Waspadai Mata Berkedut

Menurut masyarakat Indonesia mata yang berkedut memiliki arti tersendiri. Dalam hal ini mata berkedut itu sendiri adalah berkedip berulang yang tidak terkendali atau adanya kejang di kelopak mata, biasanya kelopak mata bagian atas. Menurut kepercayaan apabila mata kiri yang berkedut dipercaya akan bertemu dengan kekasih dan apabila mata kanan yang berkedut dipercaya akan menangis.

Menurut medis mata berkedut atau blepharospasm biasanya mempengaruhi otot-otot dari kedua mata. Dan apabila Anda mengalami mata yang berkedut, maka mata Anda akan mengalami gerakan spontan yang berulang setiap beberapa detik selama satu atau dua menit. Kedutan pada mata ini biasanya terjadi karena kelelahan, disebabkan oleh stres dan juga konsumsi kafein yang berlebih. Kedutan yang terjadi pada mata ini tidak menimbulkan rasa sakit dan juga tidak berbahaya. Selama kedutan ini tidak dalam jangka waktu yang lama dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Dan kadang Anda akan merasa jengkel  apabila kejangnya atau kedutan pada mata cukup kuat sehingga menyebabkan kelopak mata benar-benar menutup sebelum terbuka kembali.

Walaupun relatif jarang terjadi pada Anda, tetapi dalam kasus tertentu dapat menjadi serius dan juga menjadi kronis. Hal ini dapat dilihat apabila mata berkedip dan menyipit secara persisten. Setelah itu akan berkembang ke titik di mana Anda mengalami kesulitan menjaga mata Anda untuk tetap terbuka, dan hal ini akan menyebabkan gangguan penglihatan yang berat. Mata yang berkedut juga dapat menjadi tanda dimana kondisi mata sebagai berikut:

  • Blepharitis (radang kelopak mata)
  • Mata kering
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Penyakit mata yang menular
  • Bell’s palsy
  • Distonia
  • Penyakit Parkinson
  • Sindrom Tourette

Mata yang berkedut tidak normal dapat ditandai dengan gejala seperti di bawah ini :

    • Kedutan yang benar-benar menutup kelopak mata Anda
    • Mata menjadi kemerahan, bengkak, atau cairan yang keluar dari mata
    • Kelopak mata bagian atas menurun
    • Kedutan yang bertahan lebih dari satu minggu

Kejang yang melibatkan otot-otot wajah lainnya

Apabila Anda mendapati gejala seperti di atas maka segera konsultasikan dengan dokter. Pengobatan yang paling sering direkomendasikan oleh dokter untuk gejala kedutan seperti di atas adalah toksin botulinum juga dikenal sebagai Botox atau Xeomin. Dimana dokter akan menyuntikan obat dalam jumlah yang sangat kecil ke otot-otot mata, obat tersebut dapat meredakan kejang selama beberapa bulan. Tetapi efeknya secara bertahap memudar dan  perlu dilakukan suntikan ulang.

Pengobatan alternatif lain untuk mata berkedut adalah seperti Biofeedback, akupunktur, hipnosis, chiropractic dan terapi Nutrisi. Dan yang perlu tetap diingat adalah manfaat dari pengobatan alternatif ini belum dipastikan dengan penelitian ilmiah. Apabila pengobatan lainnya gagal maka tindakan operasi menjadi pilihan lain. Sekitar 75% sampai 85% pasien akan melakukan prosedur pembedahan di mana beberapa otot dan saraf dari kelopak mata dibuang.

Nah itulah bahaya kedutan apabila tidak disikapi dengan baik, jadi apabila kedutan Anda terlihat tidak normal segera hubungi dokter, dibalik mitos kedutan pada mata tergantung bagaimana Anda menyikapinya. Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat untuk kesehatan Anda.

Leave a Reply